Friday, October 10, 2008

..BICARA ALLAH..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..
ASSALAMUALAIKUM W.B.T....


ALHAMDULILLAH..Lama saya menanti jawapan dari persoalan-persoalan yang bermain di fikiran selama ini akhirnya sedikit demi sedikit jawapannya saya temui. Usrah umum yang dihadiri hari ini sangat-sangat membantu me'recharge' iman dan mengubat hati yang luka parah dan juga melegakan fikiran yang tersempit dan terhimpit.. mungkin kerana ketiadaan usrah kebelakangan ini menyebabkan hati menjadi kering. Maaf sangat-sangat entri terkedian ini lebih keduniaan kerana hatiku kurang basah.. kita umpama pensil yang menciptakan untuk melakukan sesuatu yang hebat.. Satu yang menarik hati dan membuahkan hati yang terasa sakit terubat ialah kata-kata untuk menghasilkan pencil yang tajam perlu diasah. Ya!Definitely,kita akan merasa sakit dengan asahan tersebut tetapi ingatlah bagaimana mungkin pensil itu mampu untuk terus menulis dan melukis kalau matanya tidak ada??... yang diasah itu hanya kulit luarnya,dan yang berada didalam akan menjadi tajam.. ini bermakna yang sakit luarnya sahaja sedangkan dalamnya terasah,tajam dan sedia untuk memberi erti pada orang lain.. jadi apa sahaja ujian yang menyakitkan yang sedang kita alami sekarang ianya bertujuan untuk mengasah kita. Physically dan mentally kita akan sakit (itulah kulit luar pensil,alar yang kayunya tu) tapi iman yang berada didalam akan lebih mantap (itulah karbon pensil).. dah paham semua?..





Dan yang paling penting,ujian mengukuhkan keyakinan kita pada Allah,memantapkan pengantungan kita kepada kepada Allah..Ini sangat-sangat penting untuk hati yang menyakini tiada pelindung melainkan Allah yang maha kuasa.. Saya sangat sukakan ayat ini:



"Yang demikian itu kerana Allah Pelindung bagi orang-orang yang beriman;sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka."

( surah Muhammad:11)


Allah sudah mengingatkan kita,jika kita orang yang beriman,Allah itu akan menjadi pelindung kita,patutkah kita mengambil benda-benda lain sebagai pergantungan kita??..Habis cerita pasal pensil,konklusinya jadilah pensil yang berguna pada Tuan dan Penciptanya..Allah memang tidak memerlukan kita tapi kitalah yang memerlukanNYA...

Huhuhu,menonton ayat-ayat cinta baru-baru ini juga menyentak tangkai hati dengan kebenaran yang dibentangkan.."Ya Fahri,Allah sedang berbicara denganmu tentang sabar dan ikhlas", kata-kata yang diluahkan kepada Fahri itu mengamit hati berdetik..Ya,Allah itu setiap saat berbicara dengan kita,dalam setiap apa yang kita lakukan,cuma bezanya mahukah kita mendengar bicara itu atau sekadar menutup telinga?..Hati terasa melonpat-lompat!!Kenapa saya tak terfikir bicara-bicara Allah sebelum ini??..Kenapa hati hanya mampu mempersoalkan kesusahan dan kesakitan yang dialami tanpa mahu memikirkan ayat-ayat cinta Allah itu.. Allah sudah membuka ruang bicaraNYA denganku..Kata senior saya,kita tak boleh pun nak sms Allah dan Allah tak reply pun..MAAF UNTUK MENGATAKAN SAYA SAMA SEKALI,DUA KALI DAN BERKALI-KALI tak setuju dengan itu..Kita berhubung dengan Allah melalui solat kita,doa berjela-jela yang dipanjatkan kepada Allah setulus hati definitely didengari Allah..RINTIHAN WAKTU SOLAT MALAMMU TIDAK PERNAH TERSIA BEGITU SAHAJA..Allah tidak membiarkan doa itu berlalu sia-sia tanpa balasan..dan yang paling penting Allah membalas setiap bicara kita..Allah berkata-kata dengan kita melalui al-Quran yang HAQ,Memandu kita dengan petunjukNYA serta mengingatkan kita dengan ujianNYA...ITULAH BICARA ALLAH!!!..saya merasakan, Allah berbicara dengan saya tentang ikhlas dalam menjalankan kerja-kerja yang memerlukan pergorbanan yang bukan sedikit ini...Allah berbicara denganku tentang sabar menanggung sakitnya dilukai di jalan ini,Allah berbicara tentang kefahaman dengan apa yang saya imani,Bukankah INI BICARA ALLAH???..Permulaan yang boleh saya sifatkan kegagalan waktu memulakan perjalanan ini membuktikan Allah membicarakan mengenai strategi dalam berjuang..

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalanNYA dalam barisan yang teratur,mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh."

(Ash-Shaff:4)

INILAH BICARA-BICARA ALLAH DALAM HIDUP KITA..DENGARKAH KITA AKAN BICARA ITu???

nota kaki@tangan: DENGARKAN BICARA ITU PASTI DIRIMU AKAN MENJADI PENSIL TERBAIK.

Monday, October 6, 2008

..AKHIRNYA..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..

ASSALAMUALAIKUM W.B.T..


Salam aidilfitri untuk sume pembaca blog saya,walaupun saya sedar tak ramai yang sudi menjengah ke sini,berdasarkan komen yang dihulurkan entah-entah saya sorang jek yang syok menulis sedangkan tak ada pembaca pun..huhuhu,tak pe lah,asalkan sekurang-kurangnya saya berusaha menggunakan anugerah Allah ini ke arah kebaikan.satu perkara yang terus menggalakkan saya menghabiskan masa disini ialah kesedaran bahawa bukan semua orang diberi kebolehan untuk menulis,jadi menyedari hakikat itu saya masih memperuntukkan sedikit dari waktu yang ada untuk meng'update' blog ni agar tak berhabuk..Sebenarnya saya takdelah berhasrat untuk menjadikan blog ini tempat melepaskan geram mahupun tempat meluahkan perasaan,namun itulah yang berlaku..Maaf sangat-sangat kepada pembaca yang mengharapkan pengisian tiba-tiba dihujani masalah dan persoalan-persoalan yang dibangkitkan lewat entri-entri terkedian ini...


Entri kali ini saya dedikasikan buat mak sedara dan bapak sedara yang baru sahaja menimang cahaya mata sulungnya baru-baru ini..Akhirnya setelah sekian lama menanti,Allah yang maha kaya itu memakbulkan doa mereka..Mereka berdua adalah insan-insan yang banyak membantu perjalanan hidup ini,mungkin disebabkan kebaikan mereka maka Allah mengurniakannya rezeki yang jarang-jarang dinikmati oleh orang lain..Nampaknya bertambah besarlah keluarga kami dengan kehadirannya...Sepakat si baby ini dinamakan Mohd Munawar,Cahaya @ Bulan Purnama...



Secute orang yang menulis blog nih..hihihi..terperasan lar pulak..Pape pun baby ini akan dibentuk untuk meramaikan lagi hafiz dan da'ie serta pejuang-pejuang Allah dalam keluarga kami..Moga-moga kelahirannya bisa melunturkan jahiliah dalam keluarga kami..Lantas mampu mengislahkan keluarga ini..InsyaAllah,masa itu akan tiba,suatu hari nanti..

Wednesday, September 24, 2008

..SERONOK??..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..
ASSALAMUALAIKUM W.B.T.....

SERONOK??..Alhamdulillah,itulah jelar yang dapat diluahkan..Terlalu gembira dengan cuti selama 2 minggu,walaupun saya tahu mungkin cuti ini tak akan terisi sepenuhnya..tapi hati sangat-sangat memerlukannya untuk men'recharge' kembali iman dan hati yang mula risau dengan urusan dunia..Memang hidup di KMB sangat-sangat banyak kerja,apatah lagi program diploma IB yang sedang saya ikuti,sangat-sangatlah menguji iman..IB= internationally Busy..Namun disebalik ke'busy'an melampau yang saya rasakan,IB juga membawa makna 'Islam Best' kepada hati saya..saya dapat merasakan hati saya hidup disini,berdepan dengan bermacam cabaran sentiasa mengamit hati untuk kembali kepada PENCIPTA HATI DAN DIRI ini..Setiap hari adalah hari yang meletihkan sehingga tidur malam sekalipun sepincing sungguh terasa nikmatnya..Sungguh orang-orang yang beriman itu sangat kurang tidurnya kerana masa malamnya banyak dihabiskan untuk tunduk,melutut,bersujud dan mengadu kepada Allah yang maha mendengar..

”orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat KAMI,hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan denganya (ayat-ayat KAMI),mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji TUHANNYA dan mereka tidak menyombongkan diri.LAMBUNG mereka jauh dari tempat tidurnya,mereke berdoa kepada TUHANnya dengan rasa takut dan penuh mengharap, dan mereka menginfakkan sebahagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.”
(as-sajdah:15-17)

The One Who Kneel to The Almighty Allah can stand Up To Anything..sangat terkesan dan sangat memberi makna...Doakan saya dalam solat malam mu agar saya sentiasa menjadi Hamba dan Khalifah yang sentiasa sujud menyembah Allah yang Maha Kuasa walau setinggi mana pun saya diangkat di mata manusia..

Sesungguhnya pandangan Allah itu yang patut kita utamakan..hati tempat jatuhnya pandangan Allah,huhuhu...Moga hatiku sentiasa bersih kerana hati yang bersih umpama antenna yang boleh memantulkan gelombang TV dengan jelas...Moga hati ini juga yang sentiasa memberikan kata putus yang tepat untuk setiap yang saya lakukan..Cuti ini ada isu besar yang menganggu hati,namun hati sendiri tak mampu memberikan kata putus..Physical dan mental lemah kerananya..Tolonglah doakan yang terbaik untuk saya..Sungguh saya tak suka untuk melakukannya namun hati bimbang jika saya jek yang tak sukakan benda tu sedangkan ia baik bagi saya..

" Barangkali kamu tidak menyenangi sesuatu sedangkan ia baik bagimu dan boleh jadi kamu sukakan sesuatu sedangkan ia tidak baik bagimu..Allah mengetahui sedang kamu tidak." (al-baqarah:216)..

Tolonglah doakan..Buat sahabat-sahabat yang sentiasa setia menemani saya melangkah dalam dunia baru ini,Jazakillah sangat-sangat..buat rumet yang selalu memangku tugas-tugas saya hanya Allah yang boleh membalasnya..Buat Table Mate yang selalu kena mengurut tangan saya time mata sangat mengantuk,thanz jugak...banyak-banyak thanz..antum sume memang best..Terbaik ar..

Monday, September 22, 2008

..CERPEN LAGI!!..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM...
ASSALAMUALAIKUM W.B.T....
Tengok tittle post pun cam dah tahu jek ape topik untuk entri kali ni..Walaupun dah janji tak nak buat cerpen lagi tapi,adusshh tak boleh lar..Selagi mana ada peluang dan ruang untuk saya sebarkan kebenaran,Shadatul Haq ini maka akan saya gunakan sekalipun terpaksa memeras otak,tenaga dan hati..Apalagi,saat cerpen itu ditulis hati terasa sangat kering hingga bila berdating dengan Allah pun dah tak mampu nak menangis untuk meluahkan rasa hati..Ya ALLAH,bantulah aku kembali kepadaMU!.....
InsyaAllah,cerpen ini juga lahir dari hati..Dipublishkan untuk majalah kolej..hayatilah..
..RAMADHAN ITU..
BY: KHAZINATUL ASRAR.
“Syafiqah,hang nak pi bazaar dak ari ni”..

“Buat ape?..Hari-hari pergi bazaar,bukan ada benda sangat pun.Aku banyak kerja kot.”

“Alar kalau tak pegi beli pun takpe dapat cuci mata,tengok senior hensem-hensem.Eeeiii..”

“Alar,kalau setakat nak tengok muka hangus abang yang jual burger tu,baik tak payah. Baik aku siapkan lab report lagi bagus!.” Pedas Syafiqah membalas.

“Lantak kau ar.” Hanya itu yang mampu dibalas oleh roommate nya.

Selesai berbuka hari itu,Syafiqah kembali menghadap laptopnya sambil radio Hot fm menjadi teman setia untuk menghiburkan suasana sunyi di biliknya. Apatah lagi pada waktu itu kebanyakkan penghuni blok ke Masjid yang terletak di depan pintu masuk Universiti Kebangsaan Malaysia itu. Bagi kebanyakan pelajar,Ramadhan atau tidak tiada maknanya kerana assignment yang diterima dari pensyarah-pensyarah tetap bertimbun. Jadi, mahu tidak mahu kebanyakkan masa yang ada dihabiskan untuk menyiapkan kerja-kerja yang tertangguh. Paling teruk,ada yang menganggap bulan Ramadhan ini hanya memenatkan kerana terpaksa berpuasa pada siang hari dan terpaksa pula bangun awal untuk sahur.

“ Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna,

Agar dapat ku lalui dengan sempurna...”

syafiqah membentuk-bentukkan mulutnya mengikut rentak lagu tersebut,Harapan Ramadhan oleh Manbai dan Raihan. Dia menyanyi-nyanyi kecil sambil tangan laju menaip Lab Report Kimia yang perlu di hantar esok pagi. Dia sudah boleh membayangkan muka lecturer kimianya andai report itu tak sampai ke tangannya esok..

“Selangkah demi selangkah,
Setahun sudah pun berlalu,
Masa yang pantas berlalu,
Hingga tak terasa ku berada di bulan ramadhan”..


Lirik lagu itu mengetuk-getuk pintu hatinya. Walaupun,dia secara luarannya kelihatan brutal dan rock,namun jauh di sudut hatinya dia adalah seorang yang sangat sensitif.Bila membicarakan soal ketuhanan hatinya selalu teringin untuk mengetahui lebih lanjut,namun selama dia menapak di bumi ini tidak ada yang sanggup menunjukkannya jalan yang lurus itu. Ini ditambah lagi dengan latar belakang keluarganya yang tidak begitu menghiraukan soal agama.Bagi mereka agama itu hanya diambil bila berada dalam masjid,time nak kahwin dan time nak mati. Saat-saat begini,sendirian dibilik , sangat-sangat mengingatkannya pada perjalanan hidupnya. Tiada apa yang istimewa sepanjang laluan itu sekadar melalui banyak duri dan ranjaunya. Namun,siapa sangka,pada Ramadhan kali ini sesuatu yang istimewa menantinya,lantas merubah hidupnya menjadi lebih bermakna.

Saat syok-syok memikirkan conclusion and evaluation untuk reportnya,terdengar sayup-sayup azan yang menandakan masuknya waktu isyak dan sekejap lagi solat tarawih akan bermula. Hatinya tersentuh.

“Tadi aku tak solat maghrib pun apsal pulak aku rajin sangat nak pergi solat tarawih ni??.Hatinya berkira-kira sendiri..

“Erm,nak pegi ke tak??..Pergi jelah kot,boleh berlagak alim sikit tak pun boleh tengok-tengok siapa yang jadi imam solat..Mana tahu ada chance jadi pakwe aku..Hihihi..”Dia tergelak sendiri.Bagaikan ditarik-tarik,hatinya tergerak untuk menapak ke masjid,walaupun masjid itu terletak agak jauh dari kolej kediamannya.

Sampai di masjid,solat telah pun bermula. Syafiqah mengeluarkan telekung dari beg sandangnya dan kerana mahu cepat,di sarungnya telekung itu sambil berjalan. Tiba-tiba, “Kedebuk!!”,oh tidak! Seseorang telah menjadi mangsa ‘accident’ lantaran kekalutannya.Syafiqah cepat-cepat mencari lubang muka telekungnya dan alangkah terkejutnya dia apabila mendapati dia telah melanggar seorang kakak dan menyebabkan dahinya terhantuk ke bucu almari yang terletak di bahagian belakang masjid itu. Pucat mukanya melihat darah mengalir dari dahi kakak itu.

“Alamak! Matilah aku,mesti akak ni mangamuk punya.” Tanpa memburukkan keadaan dia cepat-cepat membantu kakak itu bangun dan segera meminta maaf. Di fikirannya mula tergambar tindakan-tindakan agresif yang akan dilakukan oleh kakak itu untuk membalas perbuatannya,paling kurang bolehlah dia merasa penampar jepun kakak tu tak pun ledakan ‘pop corn’ yang selalu dilihatnya di pasar-pasar malam. Namun,aneh,kakak itu sekadar tersenyum tanpa memarahinya apalagi nak meletakkan tangan di pipinya dengan keras.

“Takpe,takpe,takde pape pun,pergilah solat,akak pergi tandas ,kejap lagi ok lar tu.” Pantas akak itu menjawab apabila tangan Syafiqah cuba untuk menyentuh luka di dahinya. Syafiqah kaget.

“Pelik bin ajaib,manusia ke dia ni?. Kenapa dia tak marah?. Kalau orang lain dah lama aku kena saman kot.” Dengan kepala yang penuh dengan persoalan, Syafiqah menunaikan solat isyak secara express dan tunggang langgang untuk mengejar imam yang sudah berada di rakaat kedua kerana tidak tahu untuk menjadi makmun masbuk.

Selesai solat isyak, Syafiqah berpaling ke kanan untuk bersalaman dengan makmun-makmun lain. Memang aturan Allah,kakak yang dilanggar tadi berada di sebelahnya. Dipandangnya wajah kakak itu,ada cahaya yang melingkari wajahnya. Sempat dia berbual-bual sekejap dengannya lebih-lebih lagi berkisar tentang kejadian tadi. Sebelum sempat melanjutkan perbualan,bilal mula melaungkan selawat tanda solat tarawih akan bermula sebentar lagi. Sepanjang tarawih, Syafiqah tidak boleh meletakkan hatinya hadir bersama solat itu apatah lagi apabila mendengar bacaan imam solat yang monotonous,hatinya meronta-ronta agar solat itu habis cepat. Sepanjang solat dia hanya mengikut pergerakan orang lain sambil mem’observe’ kelakuan makmun lain ketika solat.Tiba-tiba dia mendengar ada esak-esak kecil dari makmun disebelah kanannya. Dia terfikir, bagaimana manusia boleh menangis kerana khusyuk dalam solat.Baginya khusyuk itulah adalah suatu tingkat yang sangat impossible untuk dicapai olehnya lantaran ketika solat fikirannya melayang-layang memikirkan perkara-perkara duniawi ;memikirkan cara untuk menyiapkan assignment yang berlambak-lambak paling kurang membayangkan rupa hensem lelaki yang pernah hadir dalam hidupnya.

Selesai lapan rakaat solat tarawih, Syafiqah mengensot-gensot ke belakang menjauhi saf solat. Kakak itu memandangnya sambil tersenyum lantas turut mengundurkan dirinya ke belakang. Akak itu memulakan perbualan.

“ Penat ke?,” lembut kakak itu bertanya sambil mengurut-urut tangan Syafiqah.

“ Penatlah juga,”.

“Takpe,buat sikit-sikit,lama-lama insyaAllah biasa,”.

“Saya tak pernah pun solat tarawih sebelum ni,tak tahu kenapa hari ni tiba-tiba je rasa nak datang solat.Sebelum ni dengar je orang cerita pasal solat tarawih,tapi tak tahu pun apa kebendanya tu,bila datang hari ni barulah dapat gambaran sikit.” Syafiqah mula berani bercerita. Padanya,kejujuran dan kebaikan akak itu melayannya menyenangkan hatinya.

“Alhamdulillah,syukurlah pada Allah yang maha mengetahui.Pasti ada hikmah kenapa Allah tiba-tiba membuka hati adik untuk datang solat hari ni.”

“Hmmm,mungkin juga.Lupa pula nak tanya,siapa nama akak?.Dari tadi lagi kita berborak tapi tak tahu nama. Luka akak tadi ok ke? .Saya minta maaf sangat-sangat sebab cuai.”.

“ Ish,tak ada apa-apa pun. Allah Cuma nak uji akak je tu. A’ar lupa pula nak bagitahu nama penuh akak Intan Syuhada,panggil Kak Intan je. Biar akak teka nama adik,hmm...Shafiqah kan?”.

“Ha?! Macam mana akak tahu ni?.” Syafiqah kepelikan.

“ Instinct!.”

“ Ish,dahsyat! Akak ada sixth sense ke?. Nama orang pun boleh teka-teka ikut instinct er? Waa,hebaat!.” Syafiqah ter’impress’ dengan kehebatan Kak Intan memperdayakannya.

Sebenarnya Kak Intan terlebih dahulu mengetahui nama Syafiqah apabila terlihat label namanya yang dilekatkan di beg sandang sewaktu peristiwa langgar-melanggar tadi.

“ Hihihi,dahlah. Jom kita sambung solat.” Kak Intan mengajak Syafiqah setelah melihatnya kembali bertenaga untuk meneruskan solat tarawih.

Selesai solat,orang ramai berpusu-pusu menikmati moreh yang disediakan oleh pihak masjid. Kesempatan ketika menikmati moreh itulah digunakan oleh Kak Intan untuk bercakap-cakap dengan Syafiqah. Syafiqah tidak lagi segan bagaikan mereka sudah lama kenal. Dia sangat selesa kerana Kak Intan yang lembut itu boleh menerima perangainya yang agak kasar itu. Perbualan mereka malam itu banyak berkisar mengenai latar belakang diri dan keluarga masing-masing,sememangnya ukhuwah akan wujud bila kita berusaha mengenali seseorang itu dengan lebih jauh. Di akhir pertemuan, sempat mereka bertukar-tukar nombor telefon untuk memudahkan perhubungan.

Sejak hari itu, setiap malam Syafiqah menghadirkan dirinya ke masjid pada waktu solat tarawih. Walaupun secara jujurnya, dia sendiri tidak mengerti akan kepentingan solat tarawih mahupun kelebihan yang ada pada Ramadhan itu sendiri,keseronokan berjumpa dengan Kak Intan telah mendorongnya untuk terus ke masjid. Bagaikan ada sesuatu yang menarik dia untuk berjumpa dengan Kak Intan. Ya,sesuatu yang tak dijumpai pada diri orang lain mahupun dalam ahli keluarganya sendiri iaitu ruh seorang muslimah. Syafiqah adalah manusia yang sangat bertuah, dia dikurniakan dengan akal yang cerdas berbanding dengan adik beradiknya yang lain. Dia layak untuk meneruskan pengajian dalam bidang perubatan namun ditolaknya tawaran itu dan membuat keputusan untuk menyambung pelajaran mengikut minatnya iaitu dalam jurusan kimia. Sifat ingin tahunya selalu membawanya kepada persoalan-persoalan agama namun disebabkan tiada siapa yang mahu memberikan jawapan yang dicari-carinya,persoalan itu hanya dibiarkan berlonggok dalam kepalanya. Sehinggalah pada suatu malam dia memberanikan diri untuk bertanyakan soalan-soalan ini kepada Kak Intan.

“Akak,betul ke Allah itu wujud?”. Dengan muka seposen dia menuturkannya.

“ Kenapa tanya macam tu?.Maksud akak,tak ramai orang yang ragu-ragu sudi bertanya kerana bagi mereka hanya budak-budak je yang akan tanya soalan-soalan macam ni. Namun hakikatnya,dari kecil lagi kita tak ditanamkan dengan keyakinan bahawa Allah itu ada tapi yang ditanamkan di hati kita ialah pengetahuan bahawa Allah itu wujud. Sehinggga kita meningkat dewasa kita Cuma tahu bahwa Allah itu ada tanpa pernah merasai kewujudan Allah. Inilah yang menyebabkan kita tanpa sedar telah mengambil benda-benda lain sebagai tempat pergantungan menggantikan Allah.” Sambil tersenyum Kak Intan menyambung “Keyakinan bahawa Allah itu wujud perlu disemai dalam hati kita dan memang ia bukan mengambil masa yang singkat. Even,Rasulullah sendiri mengambil masa selama 13 tahun untuk membentuk aqidah sahabat-sahabat di Makkah sehinggalah yang terhasil daripada usaha baginda adalah sahabat-sahabat yang dalam hatinya bersih daripada pergantungan kepada benda-benda selain Allah.”

“Bukti-bukti kewujudan Allah itu terlalu banyak. Sebagaimana Firman Allah dalam surah As-Sajdah ayat 2 dan 3:

“Turunnya Al-Quran itu tidak ada keraguan padanya,(yaitu) dari Tuhan seluruh alam. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya.” Tidak, Al-Quran itu kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk”.

Lihat saja pada penciptaan al-Quran,isi kandungannya dari dulu sampai sekarang,sudah lebih seribu tahun masih tidak berubah.Bahkan quran yang dibaca di timur sama dengan quran yang dibaca di barat,bukankah itu bukti bahawa ada suatu kuasa yang mengawal semua itu?.”

Syafiqah terangguk-angguk dan terus setia mendengar.

“Lihat pada penciptaan manusia,proses kejadian manusia yang Allah jelaskan seribu tahun dulu hanya mampu dibuktikan melalui kaedah sains hanya pada abad ini.Jadi adakah makhluk yang boleh memikirkan semua itu lama dulu?.Alihkan pandangan sejenak kearah penciptaan langit dan bumi,bagaimana Allah meninggikan langit dan menahannya agar tidak jatuh serta bagaimana Allah menghamparkan bumi ini hingga kita bebas ke sana ke mari, bukankah semua itu menunjukkan kebesaran Allah?.” Satu persoalan dilontarkan.Persoalan yang menuntut akal kita berfikir.

Sememangnya untuk merasai kewujudan Allah kita perlu melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan berfikir.Walau bagaimana pun,berfikir dalam islam ada hadnya iaitu tidaklah sampai memikirkan zat dan kejadian Allah.

Sejak pertemuan itu berlansung, Syafiqah dapat merasakan sesuatu yang hilang dari jiwanya kembali semula. Dia dapat merasakan hidupnya tidak lagi kosong. Kalau dulu dia tidak pernah memikirkan mengenai kewajipan solat,menutup aurat,menjaga pergaulan dan semua syariah agama yang sepatutnya dilakukan oleh seorang muslim. Kini,dia mula merasakan bahawa memang ada sesuatu kuasa yang mengawal hidupnya,mengatur setiap kejadian dalam hidupnya. Dia mula dapat merasai kewujudan Allah dalam hidupnya. Disebabkan perasaan itulah dia sedikit demi sedikit mula berubah,kalau dulu tudung hanya perhiasan menutup rambut sekarang ia sudah menjadi satu keperluan dan solat fardu mula dilaksanakan tanpa tinggal. Perubahan itu barangkali kecil di mata orang-orang yang tidak mengerti namun baginya dia mengerti Allah maha melihat pada usaha hambanya bukan hasilnya.

Hujung minggu itu,dengan bertudung litup menutupi rambut dan dadanya serta berbaju kurung,dia pulang ke rumah untuk melepaskan kerinduannya pada mummy dan daddynya.

“Assalamualaikum” Syafiqah mula melangkah ke muka pintu.


“Wa’alaikumussalam”, satu suara menyahut. “Mummy, adik dah........”,kata –kata itu terhenti.

“Hai abang!”, jerit Syafiqah.

“Eh, ini Syafiqah adik abang ke nie? Sejak bile pulak kau mula pakai baju dan tudung gaye baru macam nie? Teringin nak jadi ustazah ke? Dunia nak terbalik ke apa ni?.Setahu abang Syafiqah yang abang kenal tak pakai baju-baju macam ni,kolot!.” Pedas kata-kata itu menusuk ke telinga Syafiqah.

Belum sempat syafiqah menjawab,abangnya kembali menyambung “ tak payah kau nak pakai baju-baju macam ni,orang macam kita ni memang tak layak masuk surga punya!”.

Syafiqah sebak. Kolam matanya membuak kepanasan.

“Oh my god! What’s happen?? Are you ok?? Baju apa kau pakai ni Syafiqah? Ish,pergi tukar cepat! Rimas mummy tengok dah macam mak arab sesat kat Malaysia”.


Pilu hatinya mendengar bicara abang dan mummynya. Berat kakinya melangkah masuk ke bilik dan terus menghempaskan tubuhnya ke katil. Air mata itu tumpah lagi.

Dia bermonolog sendiri “ Salah ke apa yang aku buat? Salah ke kalau aku berusaha nak jadi hamba Allah yang mengabdikan diri padaNYA? Salah ke Ya Allah??”.

Malam itu, usai solat maghrib mummynya meluru masuk ke biliknya. Syafiqah yang sedang melipat telekungnya terkejut apabila mummynya tiba-tiba melemparkan gaun malam ke atas katilnya.

“ Kau pakai ni. Malam ni mummy dan daddy ada dinner kat rumah Datuk Syafiq. Ramai kawan-kawan mummy datang,kau jangan nak malukan mummy dengan baju kurung kau tu.” Arahan berbau amaran keras menerpa dendang telinganya. Mummynya terus keluar selepas arahan itu diberikan.

Syafiqah menyentuh baju itu, hatinya menolak daripada memakainya. Namun amaran mummynya tadi sedikit sebanyak mengetarkan hatinya. Di sarungnya baju itu. Wow! Seksa! Ditariknya baju itu agar menutupi dadanya. Tapi bila yang depan ditarik yang belakang pula tersingkap. Semuanya serba tak kena! Air matanya tumpah lagi.

Malam itu dihabiskan dengan hatinya menanggung kesakitan yang amat. Perubahan yang baru sahaja nak dimulakan sekelip mata di runtuhkan oleh keluarga sendiri. Hatinya resah.

“Kenapa begini jadinya?.Kak Intan cakap Allah akan sentiasa membantu hambaNYA yang nak kembali kepadaNYA. Mana janji-janji itu?? Betulkah Allah itu ada?.Kenapa aku tidak ditolong?.Baik aku jadi balik macam dulu.”

Sejak hari itu syafiqah kembali kepada kehidupannya yang lampau. Dia telah hilang keyakinan untuk berubah. Baginya tiada harapan lagi untuk orang-orang sepertinnya berubah. Dia berasa amat malu untuk menghubungi Kak Intan yang selama ini cukup akrab dengannya.

Malam ketujuh belas Ramadhan,Kak Intan menunggu-nunggu kedatangan Syafiqah,namun hingga selesai solat witir Syafiqah tetap tidak muncul-muncul. Pada sangkaan Kak Intan,mungkin Syafiqah terlalu sibuk hingga tidak sempat ke masjid. Tiga malam berturut-turut kejadian itu berlaku hingga mengundang kebimbangan Kak Intan. Selama waktu itulah Kak Intan berusaha menghubungi Syafiqah namun nombornya tidak dapat dihubungi. Kak Intan berusaha bertanya pada kawan-kawannya namun ramai yang tak tahu ke mana hilangnya Syafiqah. Syafiqah seolah-oleh mengelak dari berjumpa dengan Kak Intan.

Pun begitu,Syafiqah tetap meneruskan rutinnya sebagai seorang pelajar seperti biasa. Hari ini adalah hari yang amat malang baginya. Pagi tadi dia dimarahi oleh lecturernya kerana tidak meyiapkan assignment yang diberikan. Kejadiannya itu menyebabkan dia menjadi moody dan melepaskan ke’tensionan’nya kepada kawan-kawannya. Sudahnya,mereka semua menjauhkan diri. Dengan fikiran yang kusut dan hati yang kosong syafiqah melangkah tanpa arah tujuan di sekitar kampusnya. Hatinya sarat memikirkan masalah yang dialaminya. Terasa kekosongan dalam hidupnya. Dia telah menutup hatinya untuk merasai kewujudan Allah di setiap masalah yang dilaluinya.

Ketika sedang berjalan-jalan itu,tiba-tiba “PONN!!!!!PONN!!!!!!!!!” satu hon panjang dibunyikan dan diikuti bunyi brek menyedarkan syafiqah dari lamunannya. terasa angin membias ke wajahnya. Hatinya tersentak,terpaku seketika. Dia memandang ke kanan, dilihatnya sebuah lori barang berhenti beberapa sentimeter sahaja sebelum menyentuh tubuhnya. Terasa maut menari-nari di tubir matanya. Tidak dapat dibayangkan nasibnya andai pemandu lori itu lambat membrek tadi.

Dia tidak dapat meletakkan dirinya dalam dunia nyata kerana terlalu terkejut dengan peristiwa tadi. Dengan langkah longai dia berjalan mengikut rentak kakinya hinggalah dia terjelepok di tangga Masjid UKM. Kak Intan yang kebetulan sedang mengadakan perjumpaan mingguan dengan adik-adik UKM terperasan kehadiran Syafiqah. Lantas dia segera meminta diri dan menghampiri Syafiqah yang kebingungan. Apabila terpandang sahaja wajah Kak Intan, Syafiqah segera menyerbu dan memeluk Kak Intan,air matanya mengalir laju tanpa segan lagi.

Tanpa sempat bertanya,Kak Intan memeluknya erat dan mengusap-usap belakangnya. Ukhuwah itu bertaut semula. Kak intan sedar ada sesuatu yang tak kena dengan Syafiqah namun dia tidak mahu terburu-buru bertanya. Selepas tangisannya reda, Syafiqah mula menceritakan satu-persatu peristiwa yang berlaku,bagaimana keluarganya sangat tidak menyukai perubahan yang dibuat. Cabaran-cabaran yang dihadapinya melemahkan semangatnya untuk berubah. Kak Intan terkejut mendengar cerita Syafiqah. Sungguh,Allah telah memberikan ujian yang hebat buat Syafiqah.

“ Adikku Syafiqah,Allah terlalu sayangkan awak sehingga diberikan awak ujian yang begitu hebat. Ujian itu bukan untuk melemahkan semangat awak tetapi untuk menguatkan awak supaya awak sentiasa sedar betapa Allah itu maha kuasa dan hanya kepadaNYA lah awak meminta tolong. Firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 2-3 :

“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan , “kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh ,kami telah menguji orang-orang sebelum mereka,maka Allah pasti Mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”.” Pujukan Kak Intan mencairkan hatinya.


“Ujian itu bukti sayangnya Allah kepada hambaNYA. Mana mungkin DIA akan meninggalkan awak sendirian setelah dia memandu awak menemui cahaya itu. Believe me, Allah has brought you to it and HE will guide you trough it.” Laungan azan maghrib menghentikan perbualan mereka.

“ Jom buka puasa. Lepas ni kita solat tarawih sama-sama.Dah,jangan sedih-sedih lagi.” Senyum Kak Intan memudarkan hiba Syafiqah.

Buat pertama kali dalam hidupnya,solatnya pada hari itu sangat khusyuk. Seluruh ketaatan ditumpukan sepenuhnya hanya pada Yang Maha Mendengar. Seluruh jiwa turut ikut rukuk dan sujud bahkan esak tangisnya membuktikan betapa dia bersungguh-sungguh meminta agar Allah Al-Hakim itu memberikan laluan hidup yang terbaik untuknya.

Malam itu,tidurnya lena sekali. Hujan lebat dan ribut di luar tidak lansung menganggu tidurnya,tidur yang paling nyenyak setelah hatinya kembali diserahkan kepada Allah Yang Maha Tinggi. Ia bukan sekadar tidur kosong,tidurnya kali ini didatangi mimpi yang indah,sebuah janji yang Allah akan sentiasa bersama dengannya selagi dia masih berpegang teguh dengan tali Allah. Di dalam mimpinya, Syafiqah melihat dia berada dalam sebuah tempat yang gelap dan berlumpur. Seringkali dia ingin keluar dari lumpur itu namun percubaannya setiap kali tidak Berjaya. Dia menjerit,meminta tolong kalau-kalau ada yang sudi membantunya. Namun sayang sekali,di tempat gelap itu semua orang terperangkap dengan keasyikan lumpur masing-masing. Tiba-tiba ada satu cahaya yang bersinar dalam gelap tempat itu,cahaya itu semakin lama semakin dekat. Perlahan-perlahan cahaya itu menghampirinya dan menariknya sedikit demi sedikit keluar dari lumpur itu. Dia terus mengembara bersama cahaya itu meninggalkan tempat itu ke tempat yang lebih cerah. Di situ dia melihat wajah-wajah yang bercahaya menantinya dengan senyuman. Bersedia menghulurkan tangan menyambutnya dengan mesra.

Syafiqah terjaga dalam senyuman. Sebuah mimpi yang dikurniakan Allah lantaran ketabahannya. Sebuah hadiah sempena Ramadhan. Berbekalkan tunjuk ajar Kak Intan sepuluh malam terakhir Ramadhan itu dihabiskan sebaik mungkin,bimbang kalau-kalau tidak sempat bertemu ramadhan akan datang. Tawaran Allah untuk pembebasan hamba-hambaNYA dari siksa api neraka direbut sebaik mungkin. Bulan yang diberkati membawa bersama rahmat yang bertimbun umpama jualan murah setahun sekali. Mana mungkin peluang merebut pahala itu boleh disia-siakan. Ramadhan ini, membawa bersama seribu erti dalam hidup Syafiqah,lantas memberikan kemenangan yang besar buat dirinya.
.
MONOLOG PEMBACA:
Pembaca 1: "Ish..ish...Aku rasa cam ada sumthing jek ngan cite ni..Mysterious betul ar!!"..
Pembaca 2: "Perrr...AGAK AR!!"..
MONOLOG PENGARANG:
Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna,
agar dapat ku lalui dengan sempurna,..
Lirik lagu itu mengetuk-getuk pintu hati saya..Terlalu bermakna bahkan menjadi lagu tema ramadhan kali ini..Ramadhan ini madrasah iman,membentuk taqwa..Sakit yang membengkak dulu mula terubat dengan kebestan ramadhan ini.. Namun,terbentuk taqwa dalam diri jika ramadhan ini banyak dihabiskan dengan membuat kerje-kerje duniawi??...Mintak dijauhkan Ya ALLAH...AMPUNKAN AKU...
nota kaki@tangan: Nak buat cerpen lagi x??..hmmmm..selagi boleh menyebarkan kalimah kebenaran ini biar tak tidur malam membuatnya kerana mungkin ada hati yang terbuka membacanya..

Tuesday, September 16, 2008

..ADA APA DENGAN HATI??..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..
ASSALAMUALAIKUM W.B.T..

Banyak sangat ke masa sampai duk update blog je skrg?..hati memperli diri sendiri..hihi,memang sangat-sangat sibuk,tapi hati terasa memerlukan pengisian.. saya menulis untuk diri sendiri menjadi peringatan untuk hati yang mudah lupa,barangkali bila di ulang-ulang bacaan tulisan saya sendiri saya terasa apa yang ingin dikatakan itu mengisi hati yang kosong.. Ramadhan ini bagai hari-hari biasa di KMB cuma lebih meriah dengan solat terawih dan tak kurang sunyi dari kerje-kerja yang bertimbun dan meeting kelab dan segala mak nenek meeting untuk menyempurnakan sesuatu tugasan.. Diakui kali ini ramadhan ini menjanjikan sesuatu yang lain buat saya,lain dari ramadhan-ramadhan sebelum ini.. kesakitan dan keperitan yang dihadapi sepanjang ramadhan ini adalah tarbiyah yang sungguh indah.. meskipun hati sakit memikirkan ada apa dengan hatiku namun at the end i got something that makes me to become stronger...
"apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,"kami telah beriman" dan mereka tidak diuji? Dan sungguh,Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka,maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-ankabut:2-3).
Ujian Allah itu untuk meningkatkan darjat kita disisiNYA.. Mana mungkin kita mampu kenal seseorang itu dengan baik jika kita tidak bertanya kepadanya sendiri.. Ujian itu memang sangat indah jika direnung balik,hati menjadi lebih tenang setelah diuji. Saat ujian adalah saat yang paling best untuk kita mengadu Allah yang maha mendengar.. terasa ruang kosong dalam hati terisi jua akhirnya.. betapa berat ujian yang diterima itulah tarbiyah dari Allah untuk meninggikan lagi darjat hambaNYA.. sekurang-kurangnya kita sedar Allah tidaK MELEPASKAN kita berjalan sorang-sorang je,sebaliknya DIA sentiasa menemani kita,Memberi ujian dan peringatan jika kita lupa... Adakah lagi hidup seorang hamba yang lagi best dan syok selain ini?.
TUNJUKKAN KU JALAN YANG LURUS..

nota kaki@tangan: INILAH JALAN TERBAIK UNTUKKU.. AKU TELAH MEMILIH JALAN INI,MAKA JANGANLAH TERDETIK DIHATIKU UNTUK MENINGGALKAN JALAN INI SEKALIPUN SESAAT..


Wednesday, August 20, 2008

..BUATMU SAHABAT..

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..
ASSALAMUALAIKUM W.B.T..

Kembali menulis selepas lama membiarkan hati berkata-kata sendiri tanpa sempat meluahkannnnya ke dunia nyata.Terlalu banyak yang nak dikongsikan sebenarnya, namun sebagaimana kata-kata Imam Hassan Al-banna " Kewajipan yang ada lagi banyak dari masa yang kita ada"...Memang tak dapat dinafikan.. Hidup di KMB hidup dikalangan orang cerdik pandai sangat-sangat menguji iman dan hati. BIla meletakkan diri dalam suasana ini baru saya faham kenapa manusia merelakan dirinya menjadi robot yang tak berguna untuk TUANnya.. Sungguh,saya sakit melihat keadaan ini namun lagi sakit memikirkan jika saya termasuk dalam orang-orang ini.. Lalu bersama sahabat yang setia kami melangkah,bertatih-tatih mengenal dunia KMB ini dan mengharungi bersama jahiliah di dalamnya.. Letih dan penat itulah yang saya rasakan setiap hari..

Mungkin di mata orang-orang yang tidak mengerti,langkah kami tidak significant pada mereka, biarlah kerana kami yakin Allah itu maha menghitung usaha kami.. Terlalu sakit berada disini,didera dengan jahiliah yang kadang-kala tak dapat dikawal..Pun begitu tidak dinafikan masih ada golongan-golongan yang setia, syabab dan fatayat yang berusaha mengislamikan keadaan di KMB..Menukar jahiliah kepada ketundukan yang sepenuhnya pada YANG ESA..

Saat melalui hari-hari di KMB mungkin ada hati yang terluka disebabkan kepenatan yang dibiaskan melalui kata-kata dan perbuatan.. Justeru,untuk inilah saya kembali menulis.. saat melompat-lompat di blog untuk men'topup'kan kembali iman yang berkurang mendadaknya, hati tergerak untuk singgah sebentar di blog sahabat tercinta... Allah menemukan saya dengan salah satu entrinya yang sedikit sebanyak menyentuh hati yang sudah lama kurang memberi perhatian kepadanya..Memang,dalam sibuk-sibuk menjaga kebajikan sahabat-sahabat lain saya terlupa pada kebajikan sahabat terdekat yang barangkali menunggu-nunggu bila lagi akan datang gilirannya untuk saya sekurang-kurangnya mendengar sekejap luahan hati seorang sahabat..Sungguh saya bukan sahabat yang baik..Berikanlah saya peluang untuk kembali mengatur hidup,moga semuanya lebih tersusun..Buatmu sahabat,sememangnya tidak terniat di hati untuk menzahirkan semua kepenatan dalam bentuk perbuatan yang boleh melukakan..Sungguh tidak pernah saya tahu,rupanya dalam hati sahabat yang sorang ini tersimpan hasrat yang mengunung,barangkali mengharapkan saya mengantikan tempat sahabat yang dulu pernah bertakhta di hati..bersama saat derita dan gembira..Namun saya adalah saya,tak kan pernah sama dengan si DIA.. Walau antara kami banyak persamaannya,tapi kami memang tidak serupa.. Maafkanlah kerana tak mampu menjadi sahabat sebaik dia...sungguh memang saya tak mampu...

"Serendah-rendah rasa persaudaraan ialah berlapang dada dan setinggi-tinggi tingkat persaudaraan adalah melebihkan saudara melebihi dirinya"..Mana mungkin tingkat tinggi ini mampu saya capai andai hati sentiasa memikirkan hak diri sendiri..Alhamdulillah,lama saya mencari maksud sebenarnya disebalik setiap perbuatan saya akhirnya saya mengerti pada diri ini masih ada karat-karat jahiliah yang menimbun hingga sahabat sendiri tergamak saya sakiti..Maafkan ana!!.. seikhlas entri ini dipostkan terimalah saya seadanya..Seikhlas mungkin..hadirnya ku cuma sekejap barangkali...Bertemu dan berpisah kerana Allah.. ana sayang enti lillah,HANYA KERANA ALLAH...AFWAN YANG SAHABAT!!

nota kaki@tangan: Mungkin ana bukan sahabat terbaik yang enti jumpa,bukan juga yang terhebat dikalangan semua..Cukuplah sekadar hadir sekejap di ruangan hatimu..

Thursday, July 31, 2008

..CURIK MASA..

Bismillahirahmanirahim..
assalamualaikum w.b.t....
'Ok kelas,hari ni kita nak buat cerpen"..Alar,menyampahnya,saat-saat sebuk beginilah cikgu nak suruh buat cerpen..Mujur aja cikgu tu bagi dateline sampai minggu depan..hihi..akhirnya dengan susah-payah cari ilham,peras otak dan hati,Finally I came out with a poyo story i've ever made..dan sekarang,sewaktu mengepostkan benda ni,curik masa cikgu yang tak masuk kelas..

"Apa awak buat ni Siti???blog??"inilah antara reaksi yang ku terima..

Kawan-kawan lain sume sebuk blajar.. saya sebuk jugak..sebuk berblogging..hihi..hayatilah cerpen nih..


.SAAT CINTA BERBISIK

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM...
“Assalamualaikum”,lembut salam kesejahteraan itu menyapa gegendang telinga Elya.

“Walaikumusalam”,jawab Elya seraya berpaling.

Dia kaget sendiri.Hatinya berkira-kira seumpama biasa melihat wajah itu.

“Elya kan?.Awak dah tak ingat saya lagi ke?”.

“Maaf,saya tak boleh nak ingat lah”

“Owh,takpe,saya faham.Lagipun kita dah lama tak jumpa.Saya Aishah,classmate awak waktu di SMK Taman Mawar 3 tahun lalu.Ingat lagi ke?”

“Ya Allah,awak ke ni Aishah?”Elya terlalu terkejut,penampilannya dulu dan sekarang jauh berbeza.Dengan jubah longgar dan tudung labuh dia benar-benar memperagakan fesyen muslimah yang sebenar. Mengimbas kenangan dulu Aishah memang terkenal sebagai pelajar yang paling nakal sewaktu di sekolah lama dulu,bahkan dialah yang menjadi penyebab Elya melarikan diri dari sekolah itu.Kalau dulu Aishah lebih senang mengayakan baju yang membungkus macam ‘barut nangka’,gelaran yang diberikan orang tua-tua untuk baju yang ketat-ketat.

“Hihi,saya tahu awak terkejut.”

“Saya memang sangat-sangat terkejut.Boleh saya tanya?.Macammana awak boleh berubah sampai macam ni?.”Elya tak mampu lagi menahan,akhirnya soalan itu terlontar juga.

“Panjang ceritanya,lain kali saya ceritakan ye.Sekarang jom kita pergi daftar dulu”.

“Hmm insyaAllah,jom”.Pantas kedua-dua tubuh itu melangkah untuk meneruskan proses pendaftaran yang terhenti tadi.Sungguh Allah itu Maha Kuasa,lama mereka berpisah akhirnya mereka dijumpakan di sini juga.
Teringat peristiwa pahit sewaktu di SMK Taman Mawar dulu,Aishah selalu menunjukkan kedegilannya apabila berdepan dengan peraturan sekolah,walaupun dia ketika itu adalah seorang pengawas sekolah.Adalah cabaran terbesar untuk menyabitkan sesuatu kesalahan ke atas Aishah walaupun kesalahan itu jelas dilakukan olehnya kerana dia akan menggunakan kuasa veto ayahnnya yang merupakan orang kuat sekolah itu untuk menggugurkan kesalahannya.

Sampai suatu tahap,Elya telah difitnah meniru dalam peperiksaan.Peristiwa itu meninggalkan kesan yang dalam di hatinya.Ia bermula ketika perut Elya tiba-tiba memulas ketika peperiksaan biologi berlansung.Dia cuba menahan namun akhirnya dia mengambil keputusan untuk ke tandas.Sewaktu masuk ke tandas,dia terpandang sesuatu di atas para di tepi tandas,tetapi tidak menghiraukannya.Sewaktu melangkah keluar,hatinya tergerak untuk melihat benda di atas para itu,Elya mendekat dan dan membelek-belek isinya.Rupa-rupanya ia adalah sebuah buku rujukan biologi.Ketika sedang membelek-belek helaian itulah,Aishah masuk dan terlihat perbuatan Elya lalu bertindak melaporkannya kepada guru.Tanpa usul siasat Elya dituduh meniru dalam peperiksaan.Walaupun dia berkali-kali menjelaskan yang buku itu bukan miliknya tapi dia masih tidak dapat menyakinkan orang disekelilingnya bahawa dia tidak meniru.Peristiwa itu berlanjutan selama dua minggu dan sememangnya dua minggu itu satu tempoh yang menyakitkan Elya.Ramai yang memandang serong kepadanya walaupun dia belum terbukti bersalah,namun dalam suasana yang menekan itu masih ada yang simpati kepadanya dan yakin dia tidak bersalah.Setelah hampir dua minggu,tiba-tiba muncul seorang pelajar yang dengan beraninya membela Elya dengan mengatakan buku itu adalah milik Aishah kerana dia pernah melihat Aishah melakukan contengan-contengan di buku itu.Walaupun setelah disiasat pada akhirnya terbukti Elya tidak bersalah namun orang-orang di sekelilingnya tidak berhenti memandang serong kepadanya,akhirnya dia mengambil keputusan untuk bertukar ke sekolah lain apatah lagi permohonan ayahnya untuk bertukar tempat kerja telah diluluskan .

“Awak dah tak marah saya lagi ke pasal peristiwa di SMK Taman Mawar tu?” Aishah akhirnya meluahkan soalan itu ketika mereka berjalan-jalan di sepanjang laluan jogging di kolej mereka.

“Peristiwa apa ye?..Hmm.oh! Yang tu ke? Saya sendiri pun dah tak ingat awak.Jangan risau,tak perlu minta maaf,saya dah lama maafkan awak.”

“Saya tak boleh lupakan bagaimana saya telah menjadi begitu jahil ketika itu.Setiap malam saya teringatkan peristiwa itu dan setiap kali itu rasa bersalah kat awak semakin menebal.Saya tak sanggup sangat nak tanggung dosa itu dan Alhamdulillah Allah menemukan kita disini supaya saya boleh meminta maaf seikhlas mungkin kepada awak.Kali ini saya tak nak kita jadi kawan tapi saya nak kita jadi sahabat.”

“Ha..ha..ha..Ingatkan awak dah tak nak rapat dengan saya lagi.Sahabat itu lebih besar ertinya dari seorang kawan dan seorang saudara itu lebih bermakna dari itu.Allah yang memegang tali-temali hati kita,maka jika tujuan kita adalah Allah,maka Allah sendirilah yang akan menyatukan hati kita.”
“Wah,Elya!.Awak tetap macam dulu sangat mantap berhujah.” Perbualan mereka mereka terhenti apabila telefon bimbit Aishah tiba-tiba mengeluarkan bunyi isyarat mesej.

Sungguh,perjumpaan mereka ketika proses pendaftaran itu adalah satu kejadian yang tak pernah dimimpikan oleh Elya.Walaupun pada suatu masa dulu Aishah pernah menyakitkannya namun Elya sangat berpegang pada hadis nabi junjungan yang berbunyi “serendah-rendah persaudaraan adalah berlapang dada dan setinggi-tinggi rasa persaudaraan ialah melebihkan saudara melebihi dirinya”.Dia berusaha untuk beramal dengan hadis itu agar dapat dia mencapai tahap tertinggi dalam bersaudara.Oleh sebab itu,tidak hairannya dia mampu melupakan perbuatan Aishah dan memaafkannya tanpa mengharapkan apa-apa balasan.

Memang sudah aturan Allah,mereka ditakdirkan untuk menjadi teman sebilik.Memang ini yang Elya nanti-nantikan.Dalam keadaan di tempat baru dan tak mengenali siapa-siapa, seorang sahabat sejati amat diperlukan agar kita menjadi struktur bangunan yang saling menguatkan antara satu sama lain.Sebenarnya,persengketaan yang disulami rasa berlapang dada sebenarnya adalah pemanis sesebuah ukhuwah itu sendiri.Bagi mereka berdua persamaan akidah dan matlamat sudah cukup untuk menyatukan hati mereka.

Bagi Elya sendiri Aishah sekarang sangat jauh dengan Aishah di Taman Mawar itu.Jasadnya sama tapi rohnya begitu berbeza,roh Aishah kali ini sangat terisi,padat dengan fikrah yang mantap. Kadang-kadang Elya malu sendiri apabila membandingkan dirinya dengan sahabatnya itu.Namun disebalik perwatakan yang 180 darjah berbeza itu,ada sesuatu yang menggusarkan hati Elya.Memandangkan mereka tinggal sebilik,jadi segala tindak-tanduk Aishah di ketahui oleh Elya. Elya sangat yakin bahawa ada sesuatu yang tidak kena dengan sahabatnya ini.Sesungguhnya sesuatu perubahan yang ingin dibuat bukan sekadar di luar tapi mesti diringi kesedaran dari dalam.Jika kesedaran ini tiada, maka perubahan yang dibuat hanyalah sekadar satu perubahan kulit sedangkan isinya tetap sama dan tak mustahil orang itu boleh kembali kepada sifat asalnya.

Setelah sebulan bersama Elya perasan Aishah sangat banyak menghabiskan masa dengan berbual mengunakan system pesanan ringkas(sms).Sehingga satu tahap,telefon bimbitnya juga dibawa sebagai teman ke tandas.Aishah hanya menjawab dia berhubung dengan seorang kawan apabila Elya bertanya mengenai kekerapannya bersms.Pada masa yang sama,tanpa Aishah sedari,Elya memerhatikan dan menilai perlakuan sahabatnya itu.Memang secara zahirnya,perwatakan Aishah seperti biasa,tidak pernah meninggalkan solat sunat rawatib apalagi solat fardu dan qialmulail. Setelah lama memerhatikan,Elya membuatkan andaian awal bahawa Aishah ini telah terjerat dengan dunia percintaan. Andaian ini dikuatkan lagi apabila Elya terbaca mesej yang dihantar oleh seseorang bernama Umair yang mana isinya adalah berupa kata-kata jiwang dan romantis seorang kekasih. Elya sangat tidak menyangka Aishah yang dianggap berubah sepenuhnya sanggup merendahkan harga diri seorang da’ie dengan perkara-perkara seumpama ini.

Keadaan ini menuntut Elya mencari jalan untuk mneyedarkan sahabatnya itu. Pada suatu usrah mingguan,naqibah usrah mereka secara kebetulan membicarakan mengenai harga diri seorang wanita.Betapa penting untuk menjaga kehormatan dan cinta seorang wanita,tidak boleh diberikan sesuka hati kepada mereka yang tidak berhak.Elya mencuri pandang ke arah sahabatnya itu, Aishah kelihatan tertunduk dan ada mutiara-mutiara jernih mengalir dari kolam matanya.Usrah itu telah membuka pintu hati Aishah untuk membincangkan soal ini dengan Elya.

“Maaflah kalau nasihat saya ini boleh menyakitkan hati awak”,Elya berhati-hati menyusun bicara.
“Namun sebagai sahabat yang sama-sama berjuang di jalan ini,nasihat itu penting agar kita sentiasa menjadi orang yang ingat-mengingatkan antara satu sama lain agar kita tidak menjadi orang yang rugi.” “Naluri saya kuat mengatakan bahawa awak macam ada sesuatu je yang nak di sembunyikan dari saya,kalau awak tak keberatan,saya berhajat nak berkongsi sebarang masalah yang timbul”.

“Susahlah nak terangkan,kejadian ini terlalu panjang.”

“Takpe,insyaAllah saya tak bosan mendengar.Mungkin ada yang boleh saya tolong.” Elya tetap positif memberikan semangat.

“Saya tak tahu macam mana saya boleh jatuh hati dengan dia.Memang dia seorang yang sangat baik.Saya jumpa dia sewaktu satu program dan kami terus berhubungan selepas program tu.Pada mulanya mesej yang dihantar adalah mesej-mesej berunsur tazkirah dan peringatan untuk seorang wanita,saya pun mengambil keputusan untuk tidak melayan dia pada mulanya.Namun lama-kelamaan mesej tazkirah itu bertukar kepada mesej berkisar tentang saya dan dia lantas rasa biasa itu bertukar kepada rasa suka.Saya tak tahu macam mana ia berlaku,terlalu pantas dan sedar tak sedar saya sudah memberi hati pada dia.” Seringkas mungkin Aishah menerangkan kedudukan yang sebenar.

“Erm,si dia tu orangnya macam mane ye?”.

“Orangnya baik sangat tapi sayang dia taklah betul-betul memahami islam.Tak ada ke sahabat-sahabat ikhwah kita yang boleh ‘approach’ dia kepada islam?.Saya teringin nak dia kenal islam juga.”

“Ya sahabat,saya rasa awak lebih tahu bagaimana rasanya perbezaan cinta Allah dan cinta manusia.Lagipun dalam membina keluarga Islam pasangan kita itulah mestilah mempunyai kefahaman yang mantap terhadap Islam,bukan sekadar Islam pada nama.”

“Tapi takkan tak ada jalan langsung untuk dia kenal islam?.Takkan islam membunuh terus rasa cinta itu?. Salahkah saya jatuh hati?.Saya tidak pernah meminta! Rasa cinta itu datang sendiri.Tolonglah saya Elya.Saya bingung, saya tak sanggup nak tinggalkan dia.” Aishah tidak mampu lagi membendung rasa itu,dia menangis teresak-esak tak ubah seperti anak kecil yang ditinggalkan ibunya.

Setelah Aishah kembali tenang, Elya menyusun bicara penuh hikmah.

“Awak, Islam datang sebagai agama yang menganjurkan kasih sayang dan belas ihsan sesama makhluk, tidak pernah dibunuh rasa itu bahkan patut disuburkan lagi agar melimpah ruah rasa sayang itu agar semua dapat merasainya.Namun pada masa yang sama islam sangat memuliakan rasa kasih sayang itu hingga kita tidak patut memberikannya kepada orang yang tak berhak.Cuba bayangkan jika kasih itu sudah diberikan kepada teman lelaki kita,nanti kita nak bagi apa lagi kepada suami kita? Islam menganjurkan agar kita memelihara cinta itu supaya ia menjadi hadiah yang sangat berharga buat suami kita.”

Aishah terkedu.Tangisan yang tadinya bersisa kembali meninggi.

“Sahabatku Aishah, untuk apa awak beria-ia nak kenalkan dia pada Islam,agar awak boleh bersama dalam Islam pula?.Hakikatnya, isinya tetap sama kulit sahaja yang bertukar.Lupakah awak pada hadis nabi yang berbunyi “sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.” Perumpamaannya mudah sahaja,bayangkan setin daging khinzir yang dilabel ‘pork’, kita tahu hukum memakan daging khinzir adalah haram.Apa kata jika saya tukar label daging khinzir itu kepada daging lembu sedangkan kita sama-sama tahu yang daging itu adalah daging khinzir,adakah hukumnya akan berubah?.”

“Gulp!”.Macam laser menembusi hati Aishah.Bisanya!.

“Jatuh hati tidak salah tapi perasaan itu mesti dikawal.Tundukkan ia untuk patuh pada Allah kerana cinta yang tidak dikawal akan meliar dan merosakkan pencinta.Cinta yang kita nak bukan cinta yang melalaikan tetapi cinta yang membawa kepada cinta besar kita iaitu cinta Allah dan ia tidak boleh dicapai melalui jalan lain melainkan dengan pernikahan. Kalau awak dan dia sudah bersedia untuk itu maka percepatkanlah kerana lagi banyak madu yang dihirup ketika bercinta lagi hambar hubungan selepas kahwin.”

Aishah mengangguk-gangguk.Ada sesuatu yang menyentuh hatinya namun dia tidak mampu meluahkannya.Inilah cinta, sekali memberi sukar menarik balik.Tali sudah dihulur,kalau ditarik melukakan orang di sana dan mengecewakan orang di sini. Namun kalau diteruskan ia adalah perbuatan yang sia-sia dan meletihkan.

“Sahabatku sayang,Allah terlalu sayangkan awak.Diberi awak merasa cinta manusia agar awak tahu betapa cinta Allah tiada bandingannya.Diberinya awak ujian itu dan yakinlah dia akan membantu awak melalui ujian ini.Ini satu ujian, jika awak terleka dengan keseronokan menjawab soalan ujian tanpa mengikut skema jawapannya maka tak mustahil awak akan gagal dalam ujian itu.Orang yang terus-terusan bergelumang dengan dosa tak ubah seperti orang yang bermain di dalam lumpur.Walaupun semua orang mengatakan lumpur itu kotor dan kita sendiri pun tahu betapa jijik dan busuk lumpur itu namun kita masih tak mampu nak keluar dari lumpur itu.Terlalu seronok dan asyik dengan bau busuk lumpur.” Elya menuturkannya penuh lembut.Kelembutan yang menusuk ke hati.

“Habis apa yang patut saya buat sekarang?.” Dengan wajah kebingungan Aishah mengeluarkan soalan itu.

“Ia terpulang pada awak.Sesungguhnya firman Allah dalam surah An-nur ayat 26 yang bermaksudnya “Perempuan-perempuan yang keji untuk lelaki-lelaki yang keji dan lelaki-lelaki yang keji adalah untuk perempuan yang keji,sedangkan perempuan-perempuan yang baik-baik untuk lelaki-lelaki yang baik-baik,dan lelaki-lelaki yang baik-baik untuk perempuan-perempuan yang baik.”Jika awak betul-betul yakin dengan ketentuan Allah ini maka tinggalkanlah yang haram kerana Allah akan memberikannya dengan jalan halal kepada awak.”

Tiba-tiba,telefon bimbit Aishah berdering.

“Salam.Pagi yang indah,melihat bunga-bunga berkembang mekar,saya teringatkan awak.Cantik macam bunga tu.Rindu awak!”
Sender:Umair

Aishah memandang ke wajah Elya.Elya mengangguk.Pantas jari-jemarinya menekan pad kekunci.

“Salam.Maaf,saya taknak lagi bergelumang dengan dosa.Hubungan kita salah,cukup sampai di sini,saya tak mampu nak menjawab di depan Allah Azza wa jala jika ditanya kenapa saya menggunakan nikmat yang diberi ke jalan yang salah.Kita berhenti di sini sahaja. Jangan hubungi saya lagi!.Assalamualaikum.”

Elya tersenyum. Aishah puas dan merasakan dadanya lapang.

“Sayang,awak silap hantar mesej ke?.Kenapa cakap macam tu ni?.”
Sender:Umair

“Tak,saya tak silap.Saya rasa saya tak perlu bagi apa-apa penjelasan.Mesej itu ditujukan khas buat awak,Umair Al-Mujahid.Untuk penjelasan lanjut sila rujuk batas-batas pergaulan yang digariskan Allah.”

Ringkas jawapan Aishah. Umair tidak berputus asa,namun bagi Aishah segala-galanya sudah berakhir.Cukup sampai di sini,takkan ku berpaling dari tindakan ini.Inilah jalanku,pilihanku.
Petang itu terasa dingin sekali.Kedinginan yang mendamaikan hati Elya.Dia memandang sejenak ke kertas di atas ribanya,lalu bibir nipisnya pantas mengalunkan bait-bait yang tertera di atas kertas itu.

Bila cinta berbisik,

Suaranya memuji tuhan,

Pabila rindu terusik,

Rasulnya jadi pilihan,

Tatkala hati memuja,

Allah yang diagungkan,

Alangkah payah membuang cinta ini,

Sabarlah wahai hati,

Kerana bagimu,

Syurga yang indah,

Jika kamu orang yang sabar,

Hi hi bye bye cinta murahan..

Dia tersenyum sendiri,bait terakhir puisi itu menyentuh hatinya meskipun bunyinya agak kelakar.Walaupun puisi itu cuma luahan hatinya namun masih mampu menyentuh hati yang membacanya kerana kata-kata yang lahir dari hati akan turun ke hati.

Dia melemparkan pandangan ke arah padang tempat pelajar-pelajar perempuan bermain Frisbee,sejenis permainan yang menggunakan ‘piring terbang’.Dia tergelak sendiri sewaktu melihat sahabatnya, Aisyah terkial-kial menangkap si piring terbang itu,puas dia melompat akhirnya piring itu jatuh dengan penuh gemalainya ke tanah tempat dia mendarat. Dipanjangkan lagi pandangannya ke arah pelajar lain,ada yang tergolek-golek menyambut piring terbang itu,tak kurang juga ada yang lebam-lebam akibat penangan momentum piring terbang.

Tiba-tiba, “tiiit..tiit..tiit..tiit..”,satu mesej masuk terpapar di skrin telefon bimbit Aishah.

Lantas Elya pantas menekan butang ‘baca’ pada pad kekunci.

“Seindah gubahan pertama,lama aku mencari, srikandi Islam sepertimu,bila kau hampir ku gengam,kau lari meninggalkanku, hinakah ku dimatamu ya srikandi?,izinkan hatimu kumiliki.”
Sender: Umair.

Hati Elya tersentak.Hatinya berbisik sendiri,”murahnya cintamu ya Umair,semudah itu boleh kau lafazkan,tak mustahil semudah itu juga kau membuangnya.”Elya maklum Umair masih tidak berputus asa namun Aishah nekad untuk tidak melayannya.

Empat tahun berlalu,selepas tamat pengajian,sekeping kad berwarna merah sampai ke rumah Elya. Elya membaca sekilas dan amat terkejut melihat nama yang tertera; Aishah Yusra bt Zainuddin dan Wan Mohd Fathul Rahman b. Wan Hamid. Hatinya berbisik “Dah nak kahwin rupanya dia ni,siapa lelaki ni?,tak pernah pula Aishah menceritakan perihal lelaki ni.”.Elya menghubungi kakak naqibah usrahnya dan bertanyakan perihal lelaki ini.Rupa-rupanya lelaki ini adalah kenalan suami kakak naqibah tu dan dialah orang yang bertanggungjawab memperkenalkannya dengan Aishah.

Bagi Elya peristiwa itu terlalu bermakna.Dia berhajat untuk menyediakan sesuatu untuk Aishah,disiapkan hadiah itu siang dan malam.Tinggal beberapa hari lagi sebelum pernikahan itu berlangsung,namun hadiah itu masih belum siap.Hadiah itu di buat dengan penuh teliti dan berhati-hati kerana ia terlalu istimewa.Elya terlalu ingin menyatakan rasa bersyukur dan berterima kasih kepada Aishah untuk ukhuwah dan persahabatan yang tak ternilai ini.Hatinya sangat bimbang kalau-kalau dia tidak mampu menyiapkannya sebaik mungkin sebagaimana Aishah melengkapi hidupnya sebagai saudara dan sahabat.Sehari sebelum pernikahan itu berlangsung akhirnya hadiah itu siap juga.Elya memandangnya sambil tersenyum puas.

Pagi itu,suasananya lain sekali.Burung-burung berkicauan dengan suara yang luar biasa.Bagaikan dapat membaca sesuatu bakal terjadi. Sudah pukul 6.30 pagi.Ibu Elya kehairanan melihat Elya yang belum bangun kerana kebiasaanya menjangkau jam 4.00 pagi Elya sudah bangun menghadapkan diri kepada yang Esa,melakukan tahajud sebagai bukti ketaatan seorang hamba kepada penciptanya.Si ibu mengetuk bilik Elya,tidak bersahut.Dibukanya pintu,ternampak Elya sedang tidur dalam telekung sembahyangnya,wajahnya tersenyum.Lembut si ibu menyentuh,sejuk.Dirasa dahinya,juga sejuk,maka maklumlah si ibu anaknya sudah pergi mengadap Ilahi dalam kedinginan subuh. Membawa bersama keinginan menyaksikan pernikahan sahabat sendiri. Di sisi katilnya,sebuah lukisan minyak yang mengambarkan kecantikan sebuah syurga berdasarkan gambaran yang diberikan Allah di dalam Al-quran dan kelihatan dua susuk tubuh sedang bermain-main di dalamnya.Terlalu indah.

Di bawahnya terukir kata-kata:

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh,bersandar di atas dipan-dipan. Di Surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa sahaja yang mereka inginkan.(Kepada mereka dikatakan), *SALAM,* sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang Maha Penyayang”.
Qalam Pencipta; (Yassin:55-58)

“Sahabatku Aishah jika suatu hari awak masuk ke syurga,jangan lupakan saya.Bersama-sama kita berusaha ke arah itu,saya pergi dulu.Moga penghabisan kita adalah penghabisan yang baik,Assalamualaikum”.

Salam sayang selalu,
Elya Humaira

huhu...POYO ar siti!!..Apapun insyaAllah cerpen ini saya dedikasikan khas buat sahabat-sahabat yang mencari-cari makna cinta sebenarnya...mungkin tak menjumpainya dalam cerpen poyo tuh tapi insyaAllah boleh dimanfaatkan sebaik mungkin..ikhlas mengakui saya bukan penulis yang pandai mengarap dan mengarang tapi Alhamdulillah itu adalah hasil dari hati..

nota kaki@tangan: Tolong jangan suruh kita buat cerpen lagi..Tak sanggup nak fikir lagi!!!